Buku Catatan untuk Calon Penulis
Resensi sederhana
Resensi sederhana
Hari itu, kawan semasa SMA saya datang berkunjung ke rumah. Ia mengabarkan ingin mampir barang sebentar karena kebetulan baru selesai meliput di dekat rumah. Saya mempersilakan mampir. Kayaknya sudah dua tahun kami tidak bertemu. Terakhir, kami sekeluarga yang datang berkunjung dan menginap di rumahnya, di Jogja. Saya persilakan dia duduk di tikar di ruang tamu….
Sekira 10 tahun lalu saya bersua pertama kali dengan penulis buku kecil ini, Dedhi Suharto. Perawakannya kecil, pembawaannya kalem, tenang, namun penuh hujjah saat mengemukakan argumen. Sepuluh tahun sejak pertemuan tesebut, secara tidak sengaja saya bersua kembali. Kali ini tidak secara langsung, melainkan dalam forum penulis BirokratMenulis.org Sekira 6 bulan lalu, Ia mengabarkan bahwa akhirnya terinfeksi COVID-19 dan…
Dewasa ini banyak sekali yang menggunakan term big data sebagai bagian dari diksi yang dipakai untuk berbicara ataupun memberikan pidato, baik oleh pihak institusi swasta maupun oleh para pejabat publik. Jika sudah menggunakan diksi big data, pembicaraan tampak advance dan seakan-akan makin seksi. Segendang sepermainan dengan diksi Revolusi Industri 4.0, Artificial Intelligence, dan Machine Learning. Namun sayangnya saat kita perhatikan, banyak sekali misleading saat mengelaborasi apa…
Istilah kosmopolitan telah mengalami spesialisasi (baca: penyempitan makna). Padahal jika kita menelusuri maknanya dari akar kata pembentuknya: kosmos dan poli, kosmopolitan bermakna kira-kira suatu kehidupan alam semesta yang teratur. Menjadi kosmopolit tidak terbatas menjadi bagian dari penduduk dunia internasional antarnegara. Namun lebih dari itu, menjadi bagian dari kehidupan alam semesta, antarplanet, antargalaksi, bahkan antardimensi. Pengembaraan…
Tenang… Tenang… Sebelum Anda emosi dengan kata pengantar dalam skripsi yang salah, posisi kita sama, kok. Dua kali menyusun tugas akhir berupa karya tulis selama menyelesaikan dua kali masa studi, dua-duanya pula saya memakai “Kata Pengantar” sebagai pembuka naskah akademik tersebut. Dan setelah semua itu terjadi, saya akhirnya menyadari kekeliruan tersebut. Momen pencerahan itu terjadi…
“Bapakmu itu bodoh. Kawan-kawannya sudah diangkat semua jadi PNS, cuma bapakmu saja yang tertinggal. Tinggal nyoblos Partai Pohon saja ndak mau. Malah keukeuh nyoblos Partai Galaxy,” ibuku nyerocos begitu saja sambil marut kelapa untuk janganan lodeh nangka muda. Sajian yang harus siap sebelum bapak pulang kerja jadi satpam di pabrik tekstil. “Ya sudah, ketinggalan sendirian. Lihat itu kawannya Pak Ubet, sudah mapan hidupnya. Sekarang sudah jadi…
Saya memilih meminang buku ini tentu karena termakan promosi bahwa ini adalah buku tentang tulis menulis. Jika Anda ingin bisa menulis maka buku ini layak disimak, begitu kira-kira bunyi iklannya. Dan tepat belaka, buku ini memang layak untuk dijadikan teman dan referensi di kala ingin menulis. Catatan portofolio penulis buku ini cukup untuk menjadi alasan…
Jika ketemu orang dan menanyakan di mana mereka ingin menghabiskan masa pensiun? Maka kebanyakan jawaban adalah Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Ubud, selain tentu biasanya memilih kembali ke kota kelahirannya. Tidak banyak yang mengetahui dan menyadari bahwa Kabupaten Belitung layak dijadikan pertimbangan untuk menghabiskan masa pensiun dengan khidmat. Pensiun yang saya maksud di sini tidak melulu…
Hari gini pemuda Indonesia kalau mager di kala pandemi ya buka media sosial dan marketplace. Kalau di media sosial mencari gosip dan kericuhan berita terkini, maka di marketplace mencari barang yang dibutuhkan, bahkan yang nggak dibutuhkan. Untuk memilih barang di marketplace, biasanya yang jadi pertimbangan adalah budget, keunyuan barang, tren, dan tingkat kepentingan barang, memang…
Bagi orang Jawa, nasi goreng Padang itu aneh. Begini alasannya. Sebagai orang Indonesia, nasi goreng adalah menu generik kita semua. Maka, ketika merantau ke daratan Sumatra, cepat atau lambat, lidah saya ingin juga menikmati nasi goreng. Saya pun memutuskan berkeliling di jalanan kota untuk mencari papan bertuliskan: menjual nasi goreng. Saya langsung masuk dan pesan…
Pusaka mati tak pernah kembaliMelaju pergi silih bergantiYang tersisa hanyalah penyesalan diriMengapa dulu tak dipingit sendiri Oh fajar yang sudah berlaluOh sinar yang semakin saruKini hanya tinggal hati yang bertaluTak tahu lagi kemana mengadu Dulu kecil tak pernah kusimak adumuDulu rentan tak pernah kutolong susahmuKini beranjak matang kau tak kenal akuAkupun pura-pura paham dirimu Orang…