|

Singaraja Suatu Pagi

Menjelang subuh aku terbangun sendiri
Kuraba jeding bersumber dari sungai
Tak ada pancuran wudhu di sini
Hanya gayung dengan air segar dingin sekali

“Mas, ini sajadahnya buat besok. Kucari-cari ternyata masih ada di dasar lemari,”
Kemarin sebelum tidur, tuan rumah menitipkan pesan begini:
“Sisa milik ibu yg sudah lama tak dipakai.”

Kugelar sajadah itu selepas wudhu sendiri
Sujud dan bertafakur melihat ke diri
Di tengah desa yg baru pertama kali ku hampiri

Tak ada suara azan di sini
Gantinya adalah sayup-sayup mantra silih berganti
Aku tak tahu artinya apa, yang jelas daya magisnya sampai ke hati
Mantra itu mengikutiku di belakang saat sujud di atas bumi
Alunan ritmisnya berdesakan dengan wirdul latif
Tak pernah terbayangkan bisa menyatu, tapi jelas keduanya untuk Tuhan sawiji

Matahari semakin menerangi bumi
Ayam berkokok memulai pagi
Ini bukan gambaran artifisial elegi
Tapi memang inilah desa sejati

Aku benar duluan menyambut pagi
Tapi mereka gesit juga seperti mau lari
Para tuan rumah yang baik hati
Memulai hari dengan jampi

Dupa dinyalakan menggunakan api
Diantarkan bareng dengan sesaji
Khidmat khusuk mengunjungi diri
Yang sedang berhadapan dengan Hyang Widhi

Kucium aroma dupa yang wangi
Menyatu dengan dinginnya pagi
Dan suasana magis yg menyelimuti
Mulainya denyut desa ini

Kulongok keluar suasana sunyi
Setiap rumah sudah tampak gerak-gerik penghuni
Rumah yg taat Asta Kosala Kosali
Dan penghuni yg taat darma bhakti

Kutanya pada tuan rumah selepas bhakti
Apakah di sini semua begini setiap hari?
Dia jawab ya begitulah di sini setiap hari
Tanpa jeda sampai mati

Sang ibu pemilik sajadah datang menghampiri
Sambil membawa nampan berisi
Dua gelas bening setengah terisi
Teh sajian wedang di pagi hari

Aku ucapkan terima kasih
Ibu itu tersenyum sambil permisi
Tak lupa ucapkan selamat menikmati
Pada diriku dan anaknya yang lelaki

Ada satu yg masih mengganjal di hati
Kutahan-tahan sejak semalam sampai ganti hari
Ku beranikan tanya mengkonfirmasi
Kisah apakah yang sebenarnya terjadi?

“Bli, kok bisa di rumah ini ada sajadah buat saya salat tadi pagi? “
“Oh iya itu pernah dipakai Ibu dulu sekali.”
“Kenapa sekarang sudah tak dipakai lagi?”
“Ya karena sudah ganti pergi ke padmasari.”

Aduh aduh.. Panas sekali teh sajian ini…

~ Medio 2008

*) Naskah ini pernah diterbitkan di BirokratMenulis dengan judul yang sama

Baca Juga

  • Menjadi Masyarakat Kosmopolitan

    Istilah kosmopolitan telah mengalami spesialisasi (baca: penyempitan makna). Padahal jika kita menelusuri maknanya dari akar kata pembentuknya: kosmos dan poli, kosmopolitan bermakna kira-kira suatu kehidupan alam semesta yang teratur. Menjadi kosmopolit tidak terbatas menjadi bagian dari penduduk dunia internasional antarnegara. Namun lebih dari itu, menjadi bagian dari kehidupan alam semesta, antarplanet, antargalaksi, bahkan antardimensi. Pengembaraan…

  • |

    Bagaimana Menjadi Intel yang Baik

    Medio 2011, saya diminta menuliskan kronologis pengintaian salah satu tokoh di Indonesia. Ini merupakan rangkaian pengumpulan informasi mulai dari Bekasi, Jakarta, Singapura, hingga Selandia Baru. Pengintaian dan pengumpulan informasi ini ujungnya adalah satu: membuktikan suatu pengkhianatan yang jika terbukti valid, akan membongkar kedok orang tersebut dan berpotensi membuat gaduh masyarakat luas. Dalam teori, saya hanyalah…

  • Subtilnya Orang-Orang Desa

    Hari itu, kawan semasa SMA saya datang berkunjung ke rumah. Ia mengabarkan ingin mampir barang sebentar karena kebetulan baru selesai meliput di dekat rumah. Saya mempersilakan mampir. Kayaknya sudah dua tahun kami tidak bertemu. Terakhir, kami sekeluarga yang datang berkunjung dan menginap di rumahnya, di Jogja. Saya persilakan dia duduk di tikar di ruang tamu….

  • Santan dan Sepatu

    “Bapakmu itu bodoh. Kawan-kawannya sudah diangkat semua jadi PNS, cuma bapakmu saja yang tertinggal. Tinggal nyoblos Partai Pohon saja ndak mau. Malah keukeuh nyoblos Partai Galaxy,” ibuku nyerocos begitu saja sambil marut kelapa untuk janganan lodeh nangka muda. Sajian yang harus siap sebelum bapak pulang kerja jadi satpam di pabrik tekstil. “Ya sudah, ketinggalan sendirian. Lihat itu kawannya Pak Ubet, sudah mapan hidupnya. Sekarang sudah jadi…

  • Big Data dan Hal-Hal Lain yang Perlu Diketahui di Tongkrongan

    Dewasa ini banyak sekali yang menggunakan term big data sebagai bagian dari diksi yang dipakai untuk berbicara ataupun memberikan pidato, baik oleh pihak institusi swasta maupun oleh para pejabat publik. Jika sudah menggunakan diksi big data, pembicaraan tampak advance dan seakan-akan makin seksi. Segendang sepermainan dengan diksi Revolusi Industri 4.0, Artificial Intelligence, dan Machine Learning. Namun sayangnya saat kita perhatikan, banyak sekali misleading saat mengelaborasi apa…

  • |

    Ada yang Salah dari Skripsi Kita

    Tenang… Tenang… Sebelum Anda emosi dengan kata pengantar dalam skripsi yang salah, posisi kita sama, kok. Dua kali menyusun tugas akhir berupa karya tulis selama menyelesaikan dua kali masa studi, dua-duanya pula saya memakai “Kata Pengantar” sebagai pembuka naskah akademik tersebut. Dan setelah semua itu terjadi, saya akhirnya menyadari kekeliruan tersebut. Momen pencerahan itu terjadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *