|

Resensi Buku: 10 Jurus Sembuh COVID-19 dengan Bahagia

Sekira 10 tahun lalu saya bersua pertama kali dengan penulis buku kecil ini, Dedhi Suharto. Perawakannya kecil, pembawaannya kalem, tenang, namun penuh hujjah saat mengemukakan argumen. Sepuluh tahun sejak pertemuan tesebut, secara tidak sengaja saya bersua kembali. Kali ini tidak secara langsung, melainkan dalam forum penulis BirokratMenulis.org

Sekira 6 bulan lalu, Ia mengabarkan bahwa akhirnya terinfeksi COVID-19 dan kemudian dirawat di Rumah Sakit di bilangan Cisarua, Bogor. Sejak awal dinyatakan positif COVID-19, dibawa ke rumah sakit, dirawat intens, hingga harus ‘mendekam’ di ruang perawatan isolasi di Rumah Sakit, kabar kondisi beliau terus menghujani grup whatsapp forum kami.

Bukan dengan rintihan atau kabar keputusasaan yang minta dikasihani, tetapi pelajaran demi pelajaran terus diuluk ke hadirat kami, kawan-kawan di grup tersebut, yang saat itu kebanyakan masih sehat wal afiat belum terjangkit COVID-19 tetapi sudah mulai was-was dengan pandemi ini.

Segala istilah-istilah yang berhubungan dengan COVID-19 dan perawatan pasien COVID-19 dibagikan kepada kami hasil dari ‘beruzlah‘ selama di ruang perawatan isolasi. Waktu yang tiba-tiba serba luang, namun tidak dapat kemana-mana dimanfaatkan betul untuk mencari tahu segala sesuatu terkait perawatan yang memungkinkan Ia lekas dinyatakan sembuh dan tidak berbuat blunder dengan mengikuti saran-saran tanpa dasar.

Gelar doktornya memang tidak berbohong. Hasil perburuan informasinya terhitung detail dan akurat dibagikan untuk kami, setelah Ia gunakan sendiri dan konsultasikan dengan dokter yang merawat di Rumah Sakit.

Dalam kondisi tersebut, bukan kami (yang notabene sedang sehat) yang menyemangati Pak Dedhi, tetapi beliaulah yang membagikan ketenangan, semangat, dan kebahagiaan meski dalam kondisi harus perawatan intens.

Kini, kondisi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja terkait pandemi. Peningkatan drastis kembali terjadi di hampir seluruh Indonesia. Bahkan, puncaknya melebihi puncak infeksi yang pernah terjadi pada Januari 2021 kemarin. Kepanikan mulai terasa kembali di tengah keputusasaan pandemi yang tidak kunjung berhenti setelah setahun lebih melanda Indonesia.

Maka, hadirnya buku kecil ini menjadi sangat penting. Penting karena hasil pengalaman sendiri menjadi pasien COVID-19 yang disarikan menjadi pelajaran yang dapat kita gunakan dan praktikkan sendiri, ketika berada dalam situasi dan kondisi yang sama.

Penting karena apa yang disajikan juga berdasarkan hasil membaca sumber-sumber terpercaya dan konsultasi dengan dokter yang merawatnya. Juga menjadi pilihan menarik bagi yang ingin menjawab rasa penasaran, menambah referensi tentang melawan Covid dari sudut pandang penyintasnya, dalam versi yang lebih ringkas.

Ya, karena beberapa bulan yang lalu Dedhi Suharto juga membukukan catatannya selama berjuang melawan virus mematikan ini dalam sebuah novel. Ulasannya tentang novel ini dapat dibaca di sini https://birokratmenulis.org/pelajaran-dari-sang-penyintas-badai-covid-19-berat/.

Jurus-jurus yang bisa dipraktikkan kala terjangkit COVID-19 ini disarikan dalam 10 jurus utama yang kemudian dijadikan tajuk buku kecil ini: 10 Jurus Sembuh Covid-19 dengan Bahagia. Penulis menyatakan bahwa kunci utama yang langsung dapat kita usahakan adalah dengan mengatur pikiran dan hati untuk tetap bahagia, sembari mengupayakan tindakan-tindakan medis untuk menunjang agar kondisi badan tetap dalam kondisi baik.

Buku ini kecil semata, dapat dibaca sekali duduk. Namun, isinya memuat poin-poin yang patut kita perhatikan betul. Buku kecil ini juga dilengkapi suplemen pelengkap yang dapat kita rujuk jika tiba-tiba hal yang tidak kita inginkan menghampiri diri atau keluarga terdekat.

Sudah banyak saya mendengar cerita keluarga atau pribadi yang positif COVID-19, alpa mengupayakan diri untuk melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya dapat mereka usahakan sejak dini, seperti tetap tenang, memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan tidak mudah percaya terhadap kabar berita yang tidak jelas dasarnya.

Semua itu akhirnya membuat kondisi yang bersangkutan semakin drop dan tidak dapat melewati semua ujian ini dengan baik.

Akhir kata, semoga buku kecil ini dapat menjadi manfaat baik bagi pembaca, maupun penulisnya yang dengan penuh semangat membagikan softcopy-nya secara cuma-cuma. Semoga kita selalu dalam hati yang bahagia.

Buku ini dapat diunduh pada tautan berikut secara gratis : http://birokratmenulis.org/10JurusSembuhCovid19DenganBahagia

*) Resensi buku ini pernah diterbitkan di Birokrat Menulis dengan judul yang sama

Baca Juga

  • Perihal Testimoni dan Rating di Lokapasar

    Hari gini pemuda Indonesia kalau mager di kala pandemi ya buka media sosial dan marketplace. Kalau di media sosial mencari gosip dan kericuhan berita terkini, maka di marketplace mencari barang yang dibutuhkan, bahkan yang nggak dibutuhkan. Untuk memilih barang di marketplace, biasanya yang jadi pertimbangan adalah budget, keunyuan barang, tren, dan tingkat kepentingan barang, memang…

  • Cara Agar Gagasan Kita Mudah Diterima Orang Lain

    Suatu hari di pertengahan tahun 2020, kepada saya diberikan waktu sangat terbatas untuk menyampaikan gagasan inovasi yang telah saya buat. Waktu yang diberikan hanya 15 menit dan itulah satu-satunya kesempatan saya men-deliver gagasan di kepala saya ke benak para pendengar. Dalam dunia bisnis, kesempatan ini seringkali disebut dengan pitching. Yaitu suatu kesempatan mempresentasikan ide bisnis dalam waktu…

  • |

    Cerpen: Nakhoda Sekoci

    Namanya Pak Imam. Anak-anaknya sudah besar. Dia sendiri sudah tidak bekerja sejak lima tahun lalu karena pernah jatuh akibat stroke. Sebenarnya sekarang sudah bisa beraktivitas kembali, hanya saja memang tidak setangguh dulu. Keluarganya berpikiran lebih baik Pak Imam istirahat di rumah saja. Ini bentuk kasih sayang dan penghormatan atas posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Sebagai…

  • Aku Menulis maka Aku Ada

    Saya memilih meminang buku ini tentu karena termakan promosi bahwa ini adalah buku tentang tulis menulis. Jika Anda ingin bisa menulis maka buku ini layak disimak, begitu kira-kira bunyi iklannya. Dan tepat belaka, buku ini memang layak untuk dijadikan teman dan referensi di kala ingin menulis. Catatan portofolio penulis buku ini cukup untuk menjadi alasan…

  • CACM: Skenario Peringatan Diri pada Sektor Publik

    “Saya lihat, masih banyak kita ini yang (kerjanya) seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa nggak punya perasaan? Suasana ini krisis!” Yang kedua saya ingatkan, belanja-belanja di kementerian tolong dipercepat. Jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Percepat! Kalau ada hambatan (segera) keluarkan peraturan menterinya. Kalau perlu Perpres, saya keluarkan Perpresnya. Misalnya bidang kesehatan, dianggarkan…

  • |

    Singaraja Suatu Pagi

    Menjelang subuh aku terbangun sendiriKuraba jeding bersumber dari sungaiTak ada pancuran wudhu di siniHanya gayung dengan air segar dingin sekali “Mas, ini sajadahnya buat besok. Kucari-cari ternyata masih ada di dasar lemari,” Kemarin sebelum tidur, tuan rumah menitipkan pesan begini:“Sisa milik ibu yg sudah lama tak dipakai.” Kugelar sajadah itu selepas wudhu sendiriSujud dan bertafakur melihat ke diriDi tengah desa yg…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *