cerpen

  • Santan dan Sepatu

    “Bapakmu itu bodoh. Kawan-kawannya sudah diangkat semua jadi PNS, cuma bapakmu saja yang tertinggal. Tinggal nyoblos Partai Pohon saja ndak mau. Malah keukeuh nyoblos Partai Galaxy,” ibuku nyerocos begitu saja sambil marut kelapa untuk janganan lodeh nangka muda. Sajian yang harus siap sebelum bapak pulang kerja jadi satpam di pabrik tekstil. “Ya sudah, ketinggalan sendirian. Lihat itu kawannya Pak Ubet, sudah mapan hidupnya. Sekarang sudah jadi…

  • |

    Cerpen: Nakhoda Sekoci

    Namanya Pak Imam. Anak-anaknya sudah besar. Dia sendiri sudah tidak bekerja sejak lima tahun lalu karena pernah jatuh akibat stroke. Sebenarnya sekarang sudah bisa beraktivitas kembali, hanya saja memang tidak setangguh dulu. Keluarganya berpikiran lebih baik Pak Imam istirahat di rumah saja. Ini bentuk kasih sayang dan penghormatan atas posisinya sebagai pemimpin rumah tangga. Sebagai…